Kamis, 23 Februari 2017

Prespektif Rindu

Saya selalu mendefinisikan rindu itu sebagai konsekuensi keterpisahan materi. Rindu ada karena kebutuhan natural seseorang untuk berjumpa dengan kekasihnya dalam konteks ruang dan waktu. Walaupun cinta adalah produk akal murni sebagai konsekuensi dari sampainya akal pada proposisi-proposisi tentang kesempurnaan, namun konsekuensi dari penciptaan maka akal juga harus mengejewantah sampai pada materi.

Maka ketika manusia adalah term akliah, manusia jatuh cinta karena akalnya yang mengenal kesempurnaan, maka dalam posisinya sebagai ciptaan, manusia juga akan mengalami konsekuensi dari penciptaan yaitu mengejewantah. Dimana salah satu pengejewantahan dari cinta dalam ruang dan waktu adalah rindu.

Jadi rindu adalah pengejewantahan cinta dalam ruang dan waktu. Dimana ketika ruang dan waktu menciptakan jarak dan memisahkan materi, maka rindu hadir sebagai keinginan untuk bertemu.
Ini disebabkan karena cinta akan selalu bermakna penyatuan, kalau bahasa arabnya mahabbah, akar kata dari hubb yang berarti wadah. Cinta adalah wadah untuk bersatu karena cinta adalah menjadi Dia yang Satu.
Maka keterpisahan material dalam ruang dan waktu akan selalu menimbulkan keinginan untuk bertemu sebagai konsep persatuan secara material. Maka rindu hadir sebagai keinginan untuk bertemu tersebut.

Minggu, 25 Desember 2016

Merindukanmu


Hari ini saya harus menyerah. Menyerah untuk merentuhkan ego yang membuat setiap aspek wahmi didiriku tetap bersandar dan tidak terseret dalam derasnya arus komunikasi mereka.
Saya tidak bisa mengatakan itu sebuah kondisi yang logis, karena apapun yang terjadi, saya bahkan takut kau tidak lagi membaca pesan-pesan digital dariku.
Kita tidak akan pernah tahu bagaimana kehidupan ini akan berjalan selain apa yang Tuhanku dan Tuhanmu telah janjikan melalui Nabinya. Tanpa pernah berfikir sebesar apa rintangan dalam perjalanan ini, atau sebanyak apa darah kita yang harus terkuras ketika kita memilih untuk merangkak menuju kehadiratNya.
Saya pun harus menyerah untuk berterima kasih kepada mereka yang telah memangkas ruang dan waktu dengan gelombang elektromagnetik. Gelombang yang bisa menghantarkan suaramu masuk untuk mengintervensi setiap partikel atomik di kepalaku.
Sayangku, terimakasih untuk setiap detik yang membuatku belajar untuk melebur, walaupun kita berdua tahu bahwa hal ini akan mendapatkan kecaman dari mayoritas fakta yang ada hari ini.
Sayangku, Dia telah menempatkan kita dalam materi yang terbatas. Namun yakinlah bahwa perjalanan ini akan berujung pada Dia Yang Maha Tak Terbatas. Dia Yang Menjadi Sebaik-Baiknya tujuan.

Sayang, aku merindukanmu🌹