Minggu, 25 Desember 2016

Merindukanmu


Hari ini saya harus menyerah. Menyerah untuk merentuhkan ego yang membuat setiap aspek wahmi didiriku tetap bersandar dan tidak terseret dalam derasnya arus komunikasi mereka.
Saya tidak bisa mengatakan itu sebuah kondisi yang logis, karena apapun yang terjadi, saya bahkan takut kau tidak lagi membaca pesan-pesan digital dariku.
Kita tidak akan pernah tahu bagaimana kehidupan ini akan berjalan selain apa yang Tuhanku dan Tuhanmu telah janjikan melalui Nabinya. Tanpa pernah berfikir sebesar apa rintangan dalam perjalanan ini, atau sebanyak apa darah kita yang harus terkuras ketika kita memilih untuk merangkak menuju kehadiratNya.
Saya pun harus menyerah untuk berterima kasih kepada mereka yang telah memangkas ruang dan waktu dengan gelombang elektromagnetik. Gelombang yang bisa menghantarkan suaramu masuk untuk mengintervensi setiap partikel atomik di kepalaku.
Sayangku, terimakasih untuk setiap detik yang membuatku belajar untuk melebur, walaupun kita berdua tahu bahwa hal ini akan mendapatkan kecaman dari mayoritas fakta yang ada hari ini.
Sayangku, Dia telah menempatkan kita dalam materi yang terbatas. Namun yakinlah bahwa perjalanan ini akan berujung pada Dia Yang Maha Tak Terbatas. Dia Yang Menjadi Sebaik-Baiknya tujuan.

Sayang, aku merindukanmu🌹